Apa artinya saat itu
Di pasal sebelumnya, Yesaya memperingatkan Raja Hizkia bahwa harta istananya dan sebagian keturunannya akan diangkut ke Babel (Yesaya 39:5–7). Pasal 40 dibuka dengan seruan Allah untuk menghibur umat-Nya (40:1), lalu menunjuk kepada Sang Pencipta, yang menakar air dengan telapak tangan-Nya, menganggap bangsa-bangsa seperti setetes air dalam timba, dan memanggil setiap bintang dengan namanya (40:12–26). Namun, tepat sebelum bagian ini, umat-Nya mengeluh bahwa jalan hidup mereka tersembunyi dari TUHAN dan hak mereka diabaikan oleh Allah (40:27).
Untuk hari ini
Orang-orang dalam bagian ini bukan pemalas. Mereka letih karena kehilangan, karena menunggu, dan karena Allah yang tampaknya tidak lagi memperhatikan mereka (40:27). Yesaya tidak menyuruh mereka berusaha lebih keras. Ia mengingatkan siapa Allah itu: Pencipta yang tidak pernah kehabisan tenaga, yang memberi kekuatan kepada yang letih (40:29). Di sini kekuatan adalah sesuatu yang diterima, bukan sesuatu yang dipaksakan dari diri sendiri.
Perhatikan apa yang tidak dijanjikan. Tidak dikatakan bahwa kamu tidak akan pernah lelah; orang-orang muda pun menjadi letih dan jatuh tersandung (40:30), jadi kelelahan bukanlah tanda kurang iman. Gambaran terakhirnya pun justru yang paling sederhana: sesudah terbang tinggi dan berlari, datanglah berjalan tanpa menjadi letih. Pada masa-masa tertentu, kekuatan baru memang tampak seperti itu: melewati satu hari biasa tanpa ambruk. Menanti-nantikan TUHAN juga bukan berarti menyerah. Itu berarti memandang kepada-Nya dengan penuh harap untuk apa yang tidak bisa kamu hasilkan sendiri. Hal itu pun tidak menggantikan tidur, bantuan orang lain, atau dokter ketika kelelahan tidak kunjung hilang.
Mungkin kamu seorang ayah atau ibu yang sudah tiga malam tidak bisa tidur nyenyak, perawat di ujung sif ganda, atau anak yang merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia tanpa ada hari libur. Sebelum mengerjakan hal berat berikutnya, berhentilah satu menit. Katakan terus terang kepada Tuhan bahwa kamu sudah kosong, dan mintalah kekuatan untuk satu jam ke depan, bukan untuk setahun penuh.
Doa
Allah yang kekal, Engkau tidak pernah letih dan lesu, tetapi hari ini aku lelah. Kekuatanku habis sebelum pekerjaanku selesai, dan kadang aku bertanya-tanya apakah Engkau melihat jalanku. Engkau memberi kekuatan kepada yang letih; aku letih, maka aku datang kepada-Mu. Ajarlah aku menanti-nantikan Engkau dengan penuh harap. Berilah aku kekuatan untuk satu jam ke depan, cukup untuk berjalan tanpa menjadi letih. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Sebelum mengerjakan tugas terberatmu hari ini, berhentilah satu menit, katakan kepada Tuhan seberapa lelah dirimu, dan mintalah kekuatan untuk satu jam ke depan saja.
Renungkan
Apa yang paling menguras tenagamu saat ini, dan apa yang selama ini kamu coba pikul dengan kekuatanmu sendiri?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.