Apa artinya saat itu
Paulus menulis dari penjara (Efesus 3:1; 4:1) kepada orang-orang percaya, banyak di antaranya bukan orang Yahudi, yang oleh Kristus telah dipersatukan dengan orang percaya Yahudi menjadi satu tubuh (2:11–16). Setelah tiga pasal tentang apa yang telah Allah kerjakan, ia beralih ke hidup sehari-hari: tanggalkan manusia lama, kenakan manusia baru (4:22–24). Kata “Oleh karena itu” di ayat 25 membuka daftar yang sangat praktis. Kejujuran, amarah, pekerjaan, dan perkataan dibahas berurutan, dan daftar itu dibuka dengan sebuah alasan: kita “sama-sama anggota dari satu tubuh”. Kalimat tentang marah itu dipinjam dari Mazmur 4.
Untuk hari ini
Paulus memberimu satu ujian sederhana untuk setiap kata yang keluar dari mulutmu: apakah kata itu membangun orang yang mendengarnya? Bukan “apakah ini cerdas”, bukan “apakah aku menang”, bahkan bukan hanya “apakah ini benar”. Ia baru saja meminta kita berkata jujur (4:25). Sekarang ia bertanya: untuk apa kejujuran itu? Kata-kata yang benar pun bisa dilemparkan seperti batu.
Perhatikan apa yang tidak ia katakan. Ia tidak melarang marah, dan ia tidak menyuruhmu diam saja supaya semua orang tetap nyaman. “Marahlah dan jangan berbuat dosa,” katanya. Yang ia tolak adalah amarah yang disimpan sampai malam, diulang-ulang dan dipupuk sampai memberi kesempatan kepada setan (4:26–27). Membangun orang lain kadang justru berarti mengatakan hal yang sulit, tetapi demi kebaikan dia, bukan demi melegakan hatimu sendiri.
Bayangkan pesan yang kamu ketik pukul sebelas malam setelah bertengkar: di grup WhatsApp keluarga, kepada rekan kerja, di kolom komentar unggahan seseorang. Sebelum menekan tombol kirim, bacalah sekali lagi seolah-olah kamulah yang menerimanya. Tanyakan apa yang sebenarnya ia butuhkan darimu, lalu hapus kalimat yang hanya ada untuk melukai. Sering kali, kasih karunia itu satu kalimat lebih pendek.
Doa
Ya Tuhan, Engkau menjadikan kami anggota satu tubuh, tetapi aku sering berbicara seolah-olah aku sendirian. Ampunilah kata-kata yang kuucapkan untuk menang, bukan untuk menolong. Ketika aku marah, jagalah aku dari dosa, dan jangan biarkan amarahku terbawa sampai malam. Jagalah mulutku ketika aku lelah dan cepat membalas. Berilah aku kata-kata yang membangun orang-orang di dekatku dan menjadi berkat bagi mereka yang mendengarnya. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Sebelum mengirim satu pesan yang sulit hari ini, bacalah dari sudut pandang orang yang akan menerimanya, lalu hapus satu kalimat yang hanya bertujuan melukai.
Renungkan
Mana yang lebih sulit bagimu: mengatakan yang sebenarnya kepada seseorang, atau mengatakannya dengan cara yang benar-benar menolong dia?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.