SelasaOktober 2026Renungan harian · ±5 menit

Hitunglah harimu tanpa panik.

12Karena itu, ajari kami menghitung hari-hari kami, supaya kami memperoleh hati yang berhikmat. 13Kembalilah, ya TUHAN, berapa lama lagi? Kasihanilah hamba-hamba-Mu. 14Puaskan kami pada waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak dan bersukacita di sepanjang hari kami. 15Jadikan kami bergembira sesuai dengan hari-hari ketika Engkau menindas kami, dan sesuai dengan tahun-tahun kami melihat kejahatan. 16Kiranya pekerjaan-Mu dinyatakan kepada hamba-hamba-Mu, dan kemuliaan-Mu kepada anak-anak mereka. 17Kiranya kebaikan Tuhan, Allah kami, ada atas kami, dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami, ya, teguhkan perbuatan tangan kami.
Mazmur 90:12–17 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Judul Mazmur 90 menyebutnya doa Musa, abdi Allah. Mazmur ini dimulai dengan menyandingkan tahun-tahun Allah yang tidak berkesudahan dengan hidup kita yang singkat: bagi-Nya seribu tahun seperti satu hari yang sudah lewat (90:4), sedangkan kita seperti rumput yang tumbuh di pagi hari dan layu di waktu petang (90:5–6). Pemazmur mengakui bahwa dosa-dosa kita terbuka di hadapan Allah, dan tujuh puluh atau delapan puluh tahun hidup kita cepat berlalu, penuh kesusahan dan duka (90:8–10). Baru setelah menghadapi kenyataan itu dengan jujur, ia memohon hikmat, belas kasihan, dan pekerjaan yang bertahan.

Untuk hari ini

Menghitung hari bukan berarti menjejalkan sebanyak mungkin kegiatan ke dalamnya. Mazmur ini baru saja menatap betapa singkatnya hidup, dan kejujuran seperti itu mudah sekali berubah menjadi panik: waktu tinggal sedikit, pekerjaan masih banyak. Tetapi jawaban doa ini bukan “cepatlah”, melainkan “ajari kami”: permohonan untuk hati yang berhikmat, bukan jadwal yang makin padat.

Perhatikan urutan permohonan berikutnya. Sebelum menyinggung soal pekerjaan, doa ini meminta Tuhan kembali, berbelas kasihan, dan memuaskan umat-Nya pada waktu pagi dengan kasih setia-Nya (90:13–14). Doa ini tidak berpura-pura bahwa tahun-tahun yang lalu itu mudah; ia meminta hari-hari sukacita sebanyak hari-hari penderitaan (90:15). Baru di bagian paling akhir ia berbicara tentang pekerjaan tangan kita, dan itu pun ia minta Tuhan yang meneguhkannya, karena kita tidak mampu membuatnya bertahan dengan kekuatan sendiri.

Ponselmu mungkin sudah menghitung harimu: setiap minggu ia melaporkan berapa jam yang habis di depan layar. Hitungan semacam itu biasanya berakhir dengan rasa bersalah. Hitungan yang diajarkan mazmur ini dimulai dengan kasih Tuhan di pagi hari dan berakhir dengan satu pekerjaan yang dipersembahkan kepada-Nya dan dikerjakan dengan sepenuh perhatian. Untuk satu hari yang singkat, itu sudah cukup.

Doa

Allah yang kekal, sejak sebelum gunung-gunung dilahirkan, Engkaulah Allah, dan hari-hariku begitu singkat di hadapan-Mu. Ajari aku menghitung hari-hariku, bukan dengan takut, tetapi dengan hati yang berhikmat. Puaskan aku pagi ini dengan kasih setia-Mu, sebelum aku meraih hal lain. Berikan aku sukacita sebanyak hari-hari yang berat. Ambillah pekerjaan kecil tanganku hari ini dan teguhkanlah, sebab aku tidak sanggup. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Pilih satu pekerjaan yang benar-benar penting hari ini dan berikan tiga puluh menit perhatian penuh, dengan ponsel di ruangan lain. Sebelum mulai, bacalah Mazmur 90:17 dan serahkan pekerjaan itu kepada Tuhan.

Renungkan

Kalau kamu jujur menghitung hari-harimu, apa yang diam-diam menyita waktumu lebih banyak daripada yang semestinya?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.