SabtuOktober 2026Renungan harian · ±5 menit

Pulanglah, walau kata-katamu belum siap.

17Ketika anak bungsu itu sadar, ia berkata, ‘Betapa banyaknya pekerja-pekerja ayahku yang memiliki makanan yang berlimpah-limpah, tetapi aku di sini hampir mati kelaparan. 18Aku akan bangun dan kembali kepada ayahku. Aku akan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. 19Aku tidak lagi pantas disebut anakmu, jadikanlah aku sebagai salah seorang pekerjamu.’ 20Maka, berdirilah ia dan pergi kepada ayahnya. Akan tetapi, ketika anak itu masih sangat jauh, ayahnya melihat dia dan dengan penuh belas kasihan, ayahnya itu berlari lalu memeluk dan menciumnya. 21Kemudian, anak itu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu.’ 22Namun, ayahnya itu berkata kepada pelayan-pelayannya, ‘Cepat! Bawalah jubah yang terbaik lalu pakaikanlah kepadanya. Pakaikan juga cincin di jari tangannya dan sandal di kakinya. 23Bawalah kemari anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Mari kita makan dan bergembira, 24karena anakku ini telah mati, tetapi sekarang hidup kembali! Ia telah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan!’ Maka mereka pun mulai bergembira.”
Lukas 15:17–24 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang untuk mendengarkan Yesus, dan orang-orang Farisi serta ahli Taurat bersungut-sungut karena Ia menerima orang berdosa dan makan bersama mereka (Lukas 15:1–2). Yesus menjawab dengan tiga cerita tentang yang hilang: seekor domba, sekeping uang perak, dan seorang anak (15:3–32). Dalam cerita ketiga, si bungsu meminta bagian warisannya, menghabiskannya di negeri yang jauh, dan ketika bencana kelaparan datang, ia bekerja menjaga babi, binatang yang najis menurut hukum Musa (Imamat 11:7). Ia begitu lapar sampai ingin makan makanan babi itu (15:11–16).

Untuk hari ini

Si bungsu pulang dengan membawa pidato. Ia sudah menyiapkannya sejak masih menjaga babi: aku sudah berdosa, aku tidak pantas, jadikan aku salah seorang pekerjamu (15:18–19). Kata-kata itu jujur, tetapi juga sebuah rencana: kalau tidak bisa lagi menjadi anak, mungkin ia bisa mendapat tempat di belakang rumah dengan bekerja. Lalu ayahnya melihatnya dari kejauhan dan berlari.

Lihat apa yang terjadi dengan pidatonya. Ia mulai mengucapkannya, tetapi tidak pernah sampai ke kalimat terakhir, yaitu permintaan untuk dijadikan pekerja (15:21). Ayahnya sudah lebih dulu menyuruh pelayan membawa jubah, cincin, dan sandal. Cerita ini tidak mengatakan bahwa motif si bungsu murni; ia pulang karena lapar. Cerita ini juga tidak membuat pengakuannya sia-sia; ia mengucapkannya, dan itu benar. Namun, sambutan ayahnya bukan hadiah untuk pidato yang bagus. Ayahnya sudah melihatnya ketika ia masih sangat jauh, sebelum ia mengucapkan sepatah kata pun.

Mungkin kamu juga sedang melatih pidatomu sendiri: kepada Tuhan setelah bertahun-tahun menjauh, atau kepada orang yang pernah kamu lukai, sambil berdiri di depan pagar rumahnya dan mengulang kata-kata itu sekali lagi. Katakan apa yang benar, dan jangan menunggu sampai terdengar sempurna. Si bungsu bangkit dan pergi, dalam keadaan lapar dan tanpa persiapan yang rapi. Itu sudah cukup bagi ayahnya untuk mulai berlari.

Doa

Bapa, Engkau tahu pidato yang terus kulatih, kata-kata yang kuharap membuatku layak diterima. Aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapan-Mu, dan aku tidak mau berpura-pura tidak. Terima kasih karena Engkau melihatku selagi aku masih jauh, karena belas kasihan-Mu berlari mendahului permintaan maafku. Berilah aku keberanian untuk bangkit dan pulang hari ini. Kenakanlah kepadaku sambutan-Mu, bukan usahaku sendiri, dan ajarlah aku menyambut orang lain dengan cara yang sama. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Tuliskan permintaan maaf yang selama ini kamu tunda, kepada Tuhan atau kepada seseorang, dalam tiga kalimat saja, lalu ucapkan atau kirimkan sebelum malam tiba.

Renungkan

Mana yang lebih sulit bagimu: mengatakan “aku salah”, atau percaya bahwa kamu sungguh diterima setelah mengatakannya?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.