RabuOktober 2026Renungan harian · ±5 menit

Ambil tempat yang rendah tanpa merasa kecil.

12Jadi, setelah Yesus selesai membasuh kaki murid-murid-Nya, memakai kembali jubah-Nya, dan kembali ke tempat-Nya, Dia berkata kepada mereka, “Apakah kalian mengerti apa yang Aku lakukan kepada kalian? 13Kalian menyebut Aku Guru dan juga Tuhan. Itu tepat karena Akulah Dia. 14Jika Aku, yang adalah Tuhan dan Gurumu, telah membasuh kakimu, kamu pun harus saling membasuh kakimu. 15Sebab, Aku telah memberikan contoh kepadamu supaya kamu juga melakukan seperti yang Aku telah lakukan kepadamu. 16Sesungguhnya, Aku mengatakan kepadamu, seorang hamba tidak lebih besar daripada tuannya, ataupun seorang utusan tidak lebih besar daripada orang yang mengutusnya. 17Jika kamu sudah mengetahui semuanya ini, kamu diberkati jika kamu melakukannya.
Yohanes 13:12–17 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Saat itu sedang berlangsung makan malam menjelang Hari Raya Paskah, dan Yesus tahu bahwa saat-Nya sudah tiba (Yohanes 13:1). Iblis sudah menaruh niat di hati Yudas untuk mengkhianati-Nya (13:2). Yesus bangkit, menanggalkan jubah-Nya, mengikatkan sehelai kain di pinggang-Nya, lalu membasuh kaki murid-murid-Nya (13:4–5), pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang hamba. Petrus mula-mula menolak, lalu malah minta tangan dan kepalanya juga dibasuh (13:6–9). Sekarang Yesus duduk kembali dan bertanya apakah mereka mengerti apa yang telah Ia lakukan.

Untuk hari ini

Yesus tidak berlutut karena Ia memandang rendah diri-Nya. Yohanes mencatat bahwa Ia melakukannya sambil tahu bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya, dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah (13:3). Ia bahkan berkata terus terang bahwa Ia memang Guru dan Tuhan mereka. Hanya orang yang seteguh itu yang bisa mengambil tempat paling rendah tanpa merasa dirinya mengecil.

Lalu lihatlah siapa yang ada di meja itu. Yudas masih di sana; ia baru keluar ke dalam gelapnya malam sesudahnya (13:30). Yesus membasuh kaki orang yang akan menyerahkan-Nya. Inilah bagian yang sulit. Melayani orang yang kita kagumi itu mudah. Perikop ini tidak menyuruhmu membiarkan dirimu dimanfaatkan atau disakiti, tetapi perikop ini mencabut hak kita untuk memilah-milah orang: siapa yang layak kita tolong dan siapa yang tidak.

Kebanyakan pembasuhan kaki zaman sekarang tampak biasa saja: gelas-gelas kotor di wastafel kantor, kursi yang belum dirapikan setelah rapat, sampah yang dibiarkan menumpuk karena tidak ada yang mau membuangnya. Kamu tidak butuh jabatan untuk melakukannya, dan tidak perlu ada yang melihat. Kata Yesus, berkat itu bukan terletak pada mengetahuinya, melainkan pada melakukannya (13:17).

Doa

Tuhan Yesus, Engkau tahu benar siapa diri-Mu, namun Engkau berlutut dengan kain dan baskom. Engkau membasuh kaki orang yang akan mengkhianati-Mu. Lepaskan aku dari kebutuhan untuk selalu dilihat orang. Tunjukkan kepadaku pekerjaan kecil yang tidak diinginkan siapa pun hari ini, dan biarlah aku melakukannya dengan sukacita. Beri aku anugerah untuk orang yang paling sulit kulayani, dan hikmat untuk membedakan melayani dari dimanfaatkan. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Hari ini, kerjakan satu tugas sederhana di rumah, di kantor, atau di gereja yang biasanya dibiarkan menunggu orang lain: mencuci gelas, merapikan kursi, membuang sampah. Jangan ceritakan kepada siapa pun.

Renungkan

Mana yang lebih sulit bagimu: melayani orang yang pernah menyakitimu, atau melayani ketika tidak ada seorang pun yang akan memperhatikan?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.