MingguNovember 2026Renungan harian · ±5 menit

Air matamu bukan akhir cerita.

9Setelah itu aku melihat, sesungguhnya sejumlah besar manusia yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari semua negara dan suku dan bangsa dan bahasa, berdiri di depan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan dahan-dahan palem di tangan mereka; 10dan mereka berseru dengan suara keras, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba.” 11Dan, semua malaikat yang sedang berdiri di sekeliling takhta itu dan di sekeliling tua-tua, dan keempat makhluk itu, mereka sujud di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12dengan berkata, “Amin! Pujian dan kemuliaan dan hikmat dan ucapan syukur dan kehormatan dan kekuasaan, dan keperkasaan bagi Allah kita sampai selama-lamanya. Amin!” 13Kemudian, 1 dari tua-tua itu berbicara dan bertanya kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih ini dan dari mana mereka datang?” 14Maka, aku berkata kepadanya, “Tuanku, engkau mengetahuinya.” Lalu, ia berkata kepadaku, “Mereka adalah orang-orang yang telah keluar dari penganiayaan besar dan telah mencuci jubah mereka dan memutihkannya di dalam darah Anak Domba. 15Oleh karena itu, mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang dan malam di bait-Nya; dan Dia yang duduk di atas takhta itu akan tinggal di antara mereka. 16Mereka tidak akan lapar atau haus lagi; ataupun matahari tidak akan menyakiti mereka ataupun panas terik yang lainnya. 17Sebab, Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menjadi Gembala mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan; dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Wahyu 7:9–17 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Yohanes dibuang ke Pulau Patmos (Wahyu 1:9) dan menulis kepada tujuh jemaat di Asia (1:4), beberapa di antaranya sudah mengalami tekanan (2:9–10, 13). Pasal 6 berakhir dengan orang-orang yang ketakutan dan bertanya siapa yang sanggup bertahan pada hari murka itu (6:15–17). Pasal 7 memberi jawabannya. Yohanes melihat orang banyak yang tidak terhitung, dari segala bangsa, berdiri di depan takhta dengan jubah putih. Salah seorang tua-tua menjelaskan bahwa mereka telah keluar dari penganiayaan besar. Janji-janji penutupnya menggemakan Yesaya 49:10 dan 25:8. Banyak gereja membaca bagian ini pada Hari Raya Semua Orang Kudus.

Untuk hari ini

Ini bukan gambaran orang-orang yang luput dari kesulitan. Tua-tua itu berkata bahwa mereka telah keluar darinya. Orang Kristen berbeda pendapat tentang apa persisnya “penganiayaan besar” itu, tetapi intinya tetap sama: orang banyak di sekeliling takhta itu tiba di sana dengan melewati penderitaan, bukan menghindarinya.

Perhatikan apa yang tidak dikatakan di sini. Tidak ada yang disuruh berhenti menangis. Air mata itu tidak disebut sepele, dan tidak dikatakan bahwa surga akan membuat kita berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Yang dikatakan adalah Allah akan menghapusnya, dan hanya air mata yang sungguh ada yang bisa dihapus. Sampai hari itu tiba, dukamu bukan tanda imanmu gagal. Jubah mereka pun perlu dicuci dan diputihkan dalam darah Anak Domba.

Hari ini banyak gereja mengenang mereka yang telah mendahului kita. Mungkin kamu teringat kursi yang kini kosong, atau nomor telepon yang tidak sanggup kamu hapus. Rasa sakit itu nyata, dan penglihatan ini tidak mendesakmu untuk cepat selesai berduka. Penglihatan ini hanya memberi tahu di mana cerita itu berakhir: pada seorang Gembala, mata air kehidupan, dan Allah sendiri yang menghapus air mata. Kalau dukamu terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri hari ini, ceritakanlah kepada pendeta, dokter, atau teman yang kamu percayai.

Doa

Allah yang setia, Engkau melihat setiap air mata yang pernah kutumpahkan, yang dilihat orang maupun yang tersembunyi. Terima kasih untuk mereka yang telah mendahuluiku dan tetap setia melewati hari-hari yang berat. Terima kasih karena jubah mereka, dan jubahku, diputihkan dalam darah Anak Domba. Jadilah Gembalaku selama aku masih di perjalanan. Tuntunlah aku ke air kehidupan ketika aku kering, dan topanglah aku sampai Engkau menghapus air mataku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Ingatlah satu orang percaya yang sudah tiada, yang pernah menolongmu percaya kepada Allah. Bersyukurlah kepada Allah sambil menyebut namanya, lalu kirimkan satu kenangan tentang dia kepada orang lain yang juga mengasihinya.

Renungkan

Kehilangan apa yang masih membuatmu menangis, dan apakah itu membawamu lebih dekat kepada Allah atau menjauhkanmu dari-Nya?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.