Apa artinya saat itu
Yohanes dibuang ke Pulau Patmos (Wahyu 1:9) dan menulis kepada tujuh jemaat di Asia (1:4), beberapa di antaranya sudah mengalami tekanan (2:9–10, 13). Pasal 6 berakhir dengan orang-orang yang ketakutan dan bertanya siapa yang sanggup bertahan pada hari murka itu (6:15–17). Pasal 7 memberi jawabannya. Yohanes melihat orang banyak yang tidak terhitung, dari segala bangsa, berdiri di depan takhta dengan jubah putih. Salah seorang tua-tua menjelaskan bahwa mereka telah keluar dari penganiayaan besar. Janji-janji penutupnya menggemakan Yesaya 49:10 dan 25:8. Banyak gereja membaca bagian ini pada Hari Raya Semua Orang Kudus.
Untuk hari ini
Ini bukan gambaran orang-orang yang luput dari kesulitan. Tua-tua itu berkata bahwa mereka telah keluar darinya. Orang Kristen berbeda pendapat tentang apa persisnya “penganiayaan besar” itu, tetapi intinya tetap sama: orang banyak di sekeliling takhta itu tiba di sana dengan melewati penderitaan, bukan menghindarinya.
Perhatikan apa yang tidak dikatakan di sini. Tidak ada yang disuruh berhenti menangis. Air mata itu tidak disebut sepele, dan tidak dikatakan bahwa surga akan membuat kita berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Yang dikatakan adalah Allah akan menghapusnya, dan hanya air mata yang sungguh ada yang bisa dihapus. Sampai hari itu tiba, dukamu bukan tanda imanmu gagal. Jubah mereka pun perlu dicuci dan diputihkan dalam darah Anak Domba.
Hari ini banyak gereja mengenang mereka yang telah mendahului kita. Mungkin kamu teringat kursi yang kini kosong, atau nomor telepon yang tidak sanggup kamu hapus. Rasa sakit itu nyata, dan penglihatan ini tidak mendesakmu untuk cepat selesai berduka. Penglihatan ini hanya memberi tahu di mana cerita itu berakhir: pada seorang Gembala, mata air kehidupan, dan Allah sendiri yang menghapus air mata. Kalau dukamu terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri hari ini, ceritakanlah kepada pendeta, dokter, atau teman yang kamu percayai.
Doa
Allah yang setia, Engkau melihat setiap air mata yang pernah kutumpahkan, yang dilihat orang maupun yang tersembunyi. Terima kasih untuk mereka yang telah mendahuluiku dan tetap setia melewati hari-hari yang berat. Terima kasih karena jubah mereka, dan jubahku, diputihkan dalam darah Anak Domba. Jadilah Gembalaku selama aku masih di perjalanan. Tuntunlah aku ke air kehidupan ketika aku kering, dan topanglah aku sampai Engkau menghapus air mataku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Ingatlah satu orang percaya yang sudah tiada, yang pernah menolongmu percaya kepada Allah. Bersyukurlah kepada Allah sambil menyebut namanya, lalu kirimkan satu kenangan tentang dia kepada orang lain yang juga mengasihinya.
Renungkan
Kehilangan apa yang masih membuatmu menangis, dan apakah itu membawamu lebih dekat kepada Allah atau menjauhkanmu dari-Nya?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.