Apa artinya saat itu
Paulus menulis surat ini dalam keadaan terbelenggu (1:13), tanpa tahu apakah ia akan hidup atau mati (1:20–24). Ia sendiri yang merintis jemaat di Filipi, kota tempat ia dan Silas pernah dipukuli lalu dijebloskan ke penjara (Kisah Para Rasul 16:22–24). Tepat sebelum ayat-ayat ini, ia memohon kepada dua perempuan, Euodia dan Sintikhe, agar berdamai (4:2–3). Jadi, “janganlah khawatir” bukan nasihat dari orang yang hidupnya nyaman. Kata-kata ini datang dari seorang tahanan kepada jemaat yang punya masalah nyata, dan ditutup dengan janji: Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Untuk hari ini
Paulus tidak sekadar berkata “jangan khawatir” lalu membiarkanmu begitu saja. Ia memberi kekhawatiran tempat untuk dibawa. Hal-hal yang terus kamu pikirkan pukul tiga pagi, entah tagihan, hasil pemeriksaan, atau anak yang tidak lagi membalas pesan, masing-masing bisa menjadi permohonan yang diserahkan kepada Allah, disertai ucapan syukur atas apa yang sudah Ia lakukan.
Perhatikan apa yang tidak ia janjikan. Ia tidak berkata bahwa semua permintaanmu akan dikabulkan, atau bahwa kamu akan mengerti apa yang terjadi selanjutnya. Ia berkata bahwa damai sejahtera Allah yang melampaui segala pengertian akan memelihara hati dan pikiranmu. Damai itu berjaga di pintu seperti seorang penjaga, bahkan ketika pertanyaan-pertanyaanmu belum terjawab.
Ia juga tidak membiarkan pikiranmu kosong. Kekhawatiran adalah kebiasaan berpikir, maka ia memberimu hal lain untuk dipikirkan: semua yang benar, mulia, adil, suci, dan indah. Ini bukan berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ini soal memilih di mana perhatianmu tinggal. Kalau kecemasanmu berat dan tidak kunjung reda, bicarakan juga dengan orang yang bisa menolong; doa dan mencari pertolongan berjalan bersama.
Doa
Allah sumber damai sejahtera, Engkau tahu apa yang kubawa ke tempat tidur setiap malam dan apa yang langsung kupikirkan saat bangun. Sekarang aku membawanya kepada-Mu, satu per satu. Terima kasih untuk semua yang sudah Engkau lakukan. Peliharalah hati dan pikiranku ketika jawaban terasa lambat datang. Ajari aku memikirkan apa yang benar dan indah, dan bersikap lembut kepada orang-orang di sekitarku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Tuliskan tiga hal yang paling kamu khawatirkan hari ini. Di samping masing-masing, tulis satu hal yang kamu syukuri, lalu doakan daftar itu dengan bersuara, satu per satu.
Renungkan
Kekhawatiran apa yang terus kamu serahkan kepada Allah, lalu diam-diam kamu ambil kembali?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.