Apa artinya saat itu
Setelah Yesus menyembuhkan seorang penderita kusta, kabar tentang Dia tersebar begitu luas sampai Ia tidak dapat lagi masuk ke kota dengan terang-terangan (1:40–45). Sekarang Ia kembali ke Kapernaum, tempat Ia sudah menyembuhkan banyak orang (1:29–34), dan rumah itu penuh sesak sampai ke pintu. Rumah-rumah di sana biasanya beratap datar, terbuat dari balok kayu yang ditutup ranting dan tanah yang dipadatkan. Maka, empat orang naik ke atap, membongkarnya, lalu menurunkan orang lumpuh itu. Kata-kata pertama Yesus sama sekali tidak menyinggung kakinya. Penyembuhan baru terjadi setelah beberapa ahli Taurat diam-diam keberatan (2:6–12).
Untuk hari ini
Markus menulis bahwa Yesus melihat “iman mereka”. Bukan hanya iman orang yang terbaring di atas kasur itu, tetapi juga iman keempat orang yang mengusungnya, yang mendapati jalan tertutup lalu menembus atap. Ada hari-hari ketika kamu bisa datang kepada Yesus dengan kakimu sendiri. Ada juga hari-hari ketika kamulah yang terbaring di atas kasur, dan iman orang lainlah yang harus mengusungmu. Renungan hari ini untuk hari-hari ketika kamu punya tenaga lebih: ikutlah mengangkat satu sudutnya.
Bagian ini sama sekali tidak mengatakan bahwa orang itu lumpuh karena dosanya. Yesus hanya memulai dengan pengampunan, lalu memberikan kesembuhan yang dapat dilihat semua orang (2:11–12). Kasih seperti ini juga tidak selalu rapi: atap rumah orang sampai dibongkar. Membawa seseorang kepada Yesus tidak selalu sopan atau nyaman. Itu tidak pernah berarti menyeret orang ke tempat yang tidak ia kehendaki. Artinya, jangan biarkan keramaian, atau kesibukanmu sendiri, menjadi alasan ia tidak pernah bisa mendekat.
Pikirkan siapa yang sedang terbaring di atas kasurnya di dekatmu: sahabat yang dirawat di rumah sakit, tetangga yang sudah lama tidak ke gereja, rekan kerja yang rumah tangganya baru saja hancur. Mungkin kamu tidak bisa membereskan apa pun. Tetapi kamu bisa mengangkat satu sudut: mengantarnya ke dokter, menemaninya di ruang tunggu, menyebut namanya ketika kamu berdoa bersama orang lain. Empat orang, masing-masing satu sudut. Tidak ada yang harus memikul seluruh bebannya sendirian.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang yang mengusungku ketika aku tidak sanggup datang kepada-Mu sendiri. Tunjukkanlah siapa yang sedang terbaring di dekatku hari ini, dan beri aku keberanian untuk mengangkat satu sudutnya. Ketika jalan tertutup, jadikan aku kreatif dan sabar, dan tetap lembut terhadap orang yang kuusung. Engkau melihat apa yang tidak dapat kami bereskan. Jumpailah mereka, dan berikan apa yang paling mereka butuhkan. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Pilihlah satu orang yang sedang bergumul dan lakukan satu hal praktis untuknya hari ini: membawakan makanan, menawarkan tumpangan, berkunjung, atau mengirim pesan yang menyebutkan kapan tepatnya kamu bisa membantu. Lalu doakan dia dengan menyebut namanya.
Renungkan
Siapa yang dulu mengusungmu mendekat kepada Yesus ketika kamu tidak sanggup datang sendiri, dan apa yang sebenarnya mereka lakukan?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.