RabuNovember 2026Renungan harian · ±5 menit

Kamu tidak harus mengerjakan semuanya.

38Ketika mereka dalam perjalanan, Yesus masuk ke sebuah desa dan seorang perempuan bernama Marta menyambut Yesus di rumahnya. 39Marta mempunyai saudara perempuan bernama Maria yang duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan pengajaran Yesus. 40Akan tetapi, Marta terlalu sibuk mengerjakan semua pekerjaan yang harus diselesaikan. Marta pun mendekat pada Yesus dan berkata, “Tuhan, tidak pedulikah Engkau bahwa saudara perempuanku membiarkan aku melakukan semua pekerjaan ini sendirian? Suruhlah dia membantuku!” 41Akan tetapi, Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, kamu khawatir dan memusingkan diri dengan banyak hal. 42Hanya satu hal yang penting. Maria sudah memilih bagian yang lebih baik, dan bagiannya itu tidak akan pernah diambil darinya.”
Lukas 10:38–42 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Yesus sedang dalam perjalanan panjang menuju Yerusalem (Lukas 9:51), dan Lukas baru saja mencatat perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati, kisah tentang melayani sesama (10:25–37). Kini Marta menyambut Yesus di rumahnya. Lukas tidak menyebut nama desanya; Injil Yohanes menempatkan kedua saudara ini di Betania (Yohanes 11:1). Dalam budaya itu, menjamu tamu adalah kewajiban yang serius, dan Marta menanggungnya. Maria, saudaranya, duduk di dekat kaki Yesus, tempat seorang murid belajar dari gurunya. Marta meminta Yesus menyuruh Maria membantu. Yesus menjawab dengan menyebut namanya dua kali.

Untuk hari ini

Yesus tidak menyuruh Marta berhenti melayani. Ia mengatakan yang sebenarnya tentang hatinya: Marta khawatir dan memusingkan diri dengan banyak hal. Dan Ia memanggil namanya dua kali, seperti kita berbicara kepada orang yang kita kasihi tetapi sudah tidak lagi mendengarkan.

Perhatikan apa yang tidak dikatakan bagian ini. Bagian ini tidak mengatakan bahwa bekerja itu tidak rohani. Sambutan Martalah yang membuat Yesus ada di rumah itu, dan Yesus baru saja menceritakan kisah ketika kasih tampak dalam luka yang dibalut dan penjaga penginapan yang dibayar. Masalahnya bukan pelayanannya, melainkan pikiran yang terpecah, yang mengubah pelayanan menjadi keluhan: “Suruhlah dia membantuku!”

Mungkin kamu mengenal dapur itu. Piring kotor, pesan yang terus masuk, keluarga yang duduk santai sementara kamu menanggung semuanya, dan kemarahan diam-diam karena merasa hanya kamu yang peduli. Yesus tidak menambahkan satu tugas lagi ke daftarmu. Ia menawarkan satu hal yang tidak akan diambil darimu: waktu di dekat kaki-Nya. Mulailah dengan lima menit sebelum banyak hal itu dimulai.

Doa

Tuhan Yesus, Engkau mengenal namaku dan banyak hal yang kupikul. Ketika pikiranku terpecah dan hatiku kesal, ketika aku menghitung apa yang tidak dikerjakan orang lain, panggillah namaku dengan lembut, seperti Engkau memanggil Marta. Terima kasih karena melayani-Mu itu baik, dan duduk bersama-Mu itu lebih baik. Berikanlah aku satu hal yang penting itu, dan jangan biarkan siapa pun mengambilnya dariku hari ini. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Sebelum membuka pesan atau mulai mengerjakan pekerjaan rumah hari ini, duduklah lima menit dan bacalah Lukas 10:38–42 perlahan-lahan. Lalu kerjakan satu tugas tanpa menghitung siapa lagi yang seharusnya membantu.

Renungkan

Jujur saja: minggu ini kamu lebih mirip Marta atau Maria, dan siapa yang diam-diam kamu kesali karena tidak membantu?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.