Apa artinya saat itu
Paulus mendirikan jemaat di Tesalonika, lalu terpaksa pergi tidak lama kemudian (Kisah Para Rasul 17:1–10). Timotius, yang diutus kembali ke sana, pulang membawa kabar baik tentang iman mereka (1 Tesalonika 3:1–6). Namun, ada anggota jemaat yang meninggal, dan jemaat yang masih muda ini tampaknya takut orang-orang itu tidak akan turut mengalami kedatangan Tuhan. Di sini Paulus menjawab ketakutan itu. Dalam bahasa aslinya ia menyebut mereka yang meninggal sebagai orang yang “tidur”, ungkapan lembut yang lazim untuk kematian, dan ia mendasarkan semuanya pada satu fakta: Yesus telah mati dan bangkit kembali (4:14).
Untuk hari ini
Paulus tidak berkata, “Jangan berdukacita.” Ia berkata, jangan berdukacita seperti orang yang tidak punya pengharapan. Dua kalimat itu sangat berbeda. Yang pertama seakan menyuruhmu mengubur kesedihan bersama orang yang kamu kasihi. Yang kedua membiarkan air mata itu tetap ada, tetapi memberinya dasar yang baru.
Perhatikan apa yang tidak ia berikan. Ia tidak menjelaskan mengapa orang-orang yang mereka kasihi meninggal, tidak memberi jadwal, dan tidak berjanji bahwa sakitnya akan segera berkurang. Orang Kristen memahami rincian tentang trompet dan awan-awan dengan cara yang berbeda-beda, tetapi penghiburannya bertumpu pada satu kalimat sederhana: kita dan mereka akan selalu bersama Tuhan.
Pengharapan tidak selalu terasa seperti pengharapan. Ada hari-hari ketika wujudnya hanyalah menata meja makan dengan piring yang kini kurang satu, lalu tetap bangun keesokan paginya. Hari ini banyak orang Kristen mengenang orang-orang yang telah meninggal, menyebut nama mereka satu per satu, dan kata terakhir Paulus adalah tugas bagi kita semua: hiburlah satu dengan yang lain. Duka tidak pernah dimaksudkan untuk dipikul sendirian. Kalau dukamu sudah terlalu berat untuk dijalani hari demi hari, ceritakanlah kepada pendeta, dokter, atau konselor.
Doa
Ya Allah, Engkau tahu nama-nama yang masih kusimpan di hati, kursi yang kini kosong, suara yang masih ingin kudengar. Hari ini aku tidak meminta Engkau menghapus air mataku; aku meminta Engkau menampungnya. Yesus telah mati dan bangkit kembali: biarlah itu menjadi tempatku berpijak di tengah duka. Tunjukkan siapa yang perlu kuhibur, dan jangan biarkan aku berduka sendirian. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Coba hari ini
Sebutkan kepada Allah nama seseorang yang kamu rindukan, jangan hanya dalam hati. Lalu kirimkan satu pesan singkat kepada orang yang sedang berduka, dan sebutkan nama orang terkasihnya yang telah tiada.
Renungkan
Ketika orang yang kamu kasihi meninggal, kata-kata apa dari sesama orang Kristen yang sungguh menolongmu, dan kata-kata apa yang justru melukaimu?
Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.