KamisOktober 2026Renungan harian · ±5 menit

Ada tempat untukmu berlindung.

1Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. Dia sungguh-sungguh pertolongan kita pada waktu-waktu kesusahan. 2Karena itu, kita takkan takut meski bumi berubah, dan gunung-gunung tenggelam sampai ke jantung laut; 3meski airnya menderu dan berbuih, dan gunung-gunung bergoyang dengan geloranya. Sela
Mazmur 46:1–3 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Mazmur 46 adalah salah satu mazmur bani Korah, sekelompok orang Lewi yang melayani sebagai penyanyi. Sesudah baris pertama yang penuh keyakinan, mazmur ini melukiskan ciptaan yang seakan runtuh: bumi berubah, dan gunung-gunung, hal paling kokoh yang dikenal manusia, tenggelam ke dalam laut yang menderu. Lalu mazmur ini beralih kepada sebuah kota yang tidak akan terguncang karena Allah ada di tengah-tengahnya (46:4–5), dan kepada bangsa-bangsa yang geram (46:6). Dua kali terdengar seruan “TUHAN Raja bala tentara bersama kita” (46:7, 11). Kata Sela, yang artinya tidak diketahui dengan pasti, mungkin menandai jeda.

Untuk hari ini

Lagu ini dinyanyikan dari tengah badai, bukan dari ketenangan sesudahnya. Tanah bergoyang, air menderu, tetapi para penyanyi tetap berkata, “Karena itu, kita takkan takut.” Keyakinan mereka tidak lahir dari kabar yang membaik. Keyakinan itu lahir karena mereka tahu ke mana harus berlari.

Perhatikan apa yang tidak dijanjikan mazmur ini. Tidak ada janji bahwa gunung-gunung akan tetap di tempatnya. Rasa takutmu juga tidak dianggap bodoh; deru dan buih air itu digambarkan dengan jelas, tidak ditutup-tutupi. Tempat perlindungan bukanlah dunia tanpa badai, melainkan tempat untuk datang ketika badai masih bergemuruh. Jadi, “kita takkan takut” di sini bukan perasaan yang harus kamu paksakan, melainkan keputusan tentang ke mana kamu berpaling.

Mungkin minggu ini tanah di bawah kakimu ikut bergoyang: hasil pemeriksaan dokter, pesan dari atasan, atau anak yang tidak mau lagi bicara denganmu. Tempat pelarian yang biasa selalu dekat: kulkas, ponsel, atau bayangan terburuk yang terus diputar ulang pukul dua pagi. Mazmur ini menunjuk arah yang lain. Sebelum mencoba membereskan apa pun, datanglah kepada Allah dan katakan terus terang: hal ini membuatku goyah. Lalu berilah dirimu sebuah “Sela”, jeda sejenak, sebelum melangkah ke hal berikutnya. Biarlah Dia menjadi tempat perlindunganmu dulu, sebelum kamu meminta-Nya menjadi jalan keluar.

Doa

Ya Allah, tempat perlindungan dan kekuatanku, hari ini tanah di bawah kakiku terasa goyah. Engkau tahu apa yang mengguncang hatiku dan apa yang aku takut kehilangan. Aku tidak mau berpura-pura bahwa airnya tenang. Tetapi sebelum aku berlari ke tempat lain, aku memilih berlari kepada-Mu. Jadilah penolongku dalam kesusahan ini, dekat dan nyata selagi badai masih bergemuruh. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Tuliskan satu hal yang paling mengguncangmu saat ini. Lalu, sebelum mencoba membereskannya, duduklah tenang selama dua menit dan bacalah Mazmur 46:1–3 perlahan-lahan, kalau bisa dengan bersuara.

Renungkan

Ketika tanah di bawah kakimu bergoyang, ke mana kamu berlari lebih dulu sebelum berlari kepada Allah?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.