SeninOktober 2026Renungan harian · ±5 menit

Kamu bisa belajar berdoa.

1Pada suatu hari, Yesus berdoa di suatu tempat. Ketika Dia selesai berdoa, seorang dari murid-murid-Nya berkata kepada-Nya, “Tuhan, ajarilah kami berdoa sama seperti Yohanes mengajar murid-muridnya.” 2Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Ketika kamu berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. 3Berikanlah kepada kami makanan yang secukupnya setiap hari, 4dan ampunilah dosa-dosa kami sebab kami sendiri juga mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami. Dan, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.’ ”
Lukas 11:1–4 · Alkitab Yang Terbuka (AYT)Baca seluruh pasal ↗

Apa artinya saat itu

Lukas sering menunjukkan Yesus sedang berdoa: ketika Ia dibaptis, semalam-malaman sebelum memilih kedua belas rasul, dan di atas gunung ketika rupa wajah-Nya berubah (Lukas 3:21; 6:12–13; 9:28–29). Di sini, begitu Ia selesai berdoa, seorang murid meminta Dia mengajar mereka berdoa, seperti Yohanes Pembaptis mengajar murid-muridnya. Yesus tidak memberikan ceramah tentang doa. Ia memberikan kata-kata untuk diucapkan: menguduskan nama Allah, merindukan kerajaan-Nya, meminta makanan setiap hari, pengampunan, dan perlindungan. Lalu Ia mendorong mereka untuk meminta, mencari, dan mengetuk (11:5–13).

Untuk hari ini

Berdoa adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Ketika Yesus selesai berdoa, salah seorang murid meminta kepada-Nya: ajarilah kami. Kalau kamu pernah merasa canggung saat berdoa, seolah-olah orang lain sudah tahu caranya dan hanya kamu yang ketinggalan pelajaran, kamu tidak sendirian. Orang-orang pertama yang mengikut Yesus pun meminta diajari.

Perhatikan apa yang Ia berikan kepada mereka. Bukan teknik, bukan pidato panjang, melainkan kata-kata yang cukup singkat untuk diingat: nama-Mu, kerajaan-Mu, makanan kami, dosa kami, pencobaan. Sederhana, tetapi sederhana tidak sama dengan mudah. Salah satu barisnya berbunyi, “ampunilah dosa-dosa kami sebab kami sendiri juga mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.” Kalimat itu bisa butuh seumur hidup untuk sungguh-sungguh kita maksudkan, tetapi Yesus sudah menaruhnya di mulut kita sejak hari pertama.

Anak-anak belajar berbicara dengan mengulang kata-kata sebelum mereka benar-benar memahaminya. Doa sering kali juga begitu. Pada malam ketika kamu kehabisan kata-kata sendiri, di samping ranjang rumah sakit atau setelah menerima telepon yang berat, kata-kata pinjaman ini sudah cukup. Ucapkanlah perlahan-lahan. Lama-kelamaan, kata-kata itu akan menjadi milikmu.

Doa

Bapa, aku tidak selalu tahu bagaimana harus berdoa, jadi aku datang seperti para murid: ajarilah aku. Kiranya nama-Mu dikuduskan dalam hidupku, dan kerajaan-Mu datang di tempat aku tinggal dan bekerja. Berikanlah apa yang kuperlukan untuk hari ini. Ampunilah dosa-dosaku, dan beri aku anugerah untuk mengampuni orang yang paling sulit kuampuni. Jauhkan aku dari pencobaan. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Coba hari ini

Pada waktu yang kamu tentukan hari ini, misalnya sebelum makan siang, doakan Doa Bapa Kami perlahan-lahan satu kali, dan berhentilah di baris yang paling sulit kamu ucapkan. Tinggallah di baris itu selama satu menit.

Renungkan

Baris mana dari doa ini yang paling sulit kamu ucapkan dengan sungguh-sungguh, dan mengapa?

Jawablah dengan jujur, di buku catatanmu atau bersama seorang teman hari ini.

Ayat: Alkitab Yang Terbuka (AYT) © YLSA, dipakai untuk tujuan nonkomersial. Renungan dan doa: Bible Daybook.